Banyak manasik umrah berkaitan dengan Nabi Ibrahim (‘alaihissalam) dan keluarganya: tawaf mengelilingi Rumah yang fondasinya ia tinggikan, sai yang mengenang lari Hajar, dan Zamzam yang memancar untuk Ismail. Mengenal kisahnya membuat manasik tetap hidup di hati Anda. Bacalah setiap nas dengan perlahan, carilah penjelasannya dalam kitab tafsir yang tepercaya seperti Ibnu Katsir atau as-Sa’di, lalu pilihlah sekurang-kurangnya satu langkah praktis.
Ibrahim, kekasih Allah (‘alaihissalam)
﴿إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا﴾“Sungguh, Ibrahim adalah seorang imam (yang dapat dijadikan teladan), patuh kepada Allah dan ḥanīf.”
QS. An-Nahl 16:120 · terjemahan Kemenag RI · Quran.com
Langkah praktis: Bacalah kisah Nabi Ibrahim (‘alaihissalam) dalam Surah Al-Anbiya’ (51–73).
Hajar (‘alaihassalam) di lembah yang tidak bertanaman
Ucapan Hajar (‘alaihassalam) ketika ia mengetahui bahwa Allah yang memerintahkannya: “Kalau begitu, Dia tidak akan menyia-nyiakan kami.”
Al-Bukhari 3364, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas
Langkah praktis: Tuliskan satu keadaan ketika Anda membutuhkan keyakinan seperti Hajar, dan bagaimana Anda akan mengingatnya saat sai.
Zamzam
Nabi ﷺ bersabda tentang Zamzam: “Sesungguhnya ia diberkahi; ia adalah makanan yang mengenyangkan.”
Muslim 2473, diriwayatkan oleh Abu Dzar
Langkah praktis: Tuliskan apa yang akan Anda mohonkan ketika meminum air Zamzam.
Pertanyaan untuk muhasabah
Apa yang Anda pelajari dari cara Hajar memadukan keyakinan kepada Allah dengan menempuh sebab-sebab?