Edisi ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Arab dan sedang menunggu tinjauan oleh penerjemah dan ahli syariah. Ayat-ayat Al-Qur’an dikutip dari terjemahan resmi Kementerian Agama RI. Selengkapnya

Kesiapan praktis, fisik, dan emosional

Persiapan perjalanan

Persiapan bukan hanya soal koper: tubuh yang cukup kuat untuk berjalan, jiwa yang sabar menghadapi keramaian, dan hak-hak orang lain yang telah dikembalikan sebelum berangkat.

Daftar barang bawaan

Centang yang telah Anda lakukan. Persyaratan resmi dapat berubah, jadi periksalah di platform Nusuk dan Kementerian Haji dan Umrah.

0 / 0

Dokumen dan izin

Pemesanan

Obat dan kesehatan

Pakaian dan tas

Sebelum berangkat

Khusus haji

Daftar milikku sendiri

    Rencana berjalan kaki bertahap

    Sai saja sekitar 3 km (tujuh putaran, masing-masing sekitar 450 meter), dan tawaf bisa lebih dari satu kilometer saat ramai, belum termasuk berjalan pergi dan pulang dari penginapan. Dalam haji, jalan kaki di antara tempat-tempat suci bahkan lebih banyak lagi.

    1. Pekan 1 20 menit sehari Jalan santai, 5 hari dalam seminggu.
    2. Pekan 2 25 menit sehari Tambah sedikit durasinya, dan cobalah berjalan dengan alas kaki yang akan Anda bawa bepergian.
    3. Pekan 3 30 menit sehari Sekali seminggu, berjalanlah di tempat yang ramai, seperti pasar.
    4. Pekan 4 35 menit sehari Cobalah naik tangga dan berjalan terus tanpa berhenti.
    5. Pekan 5 45 menit sehari Satu hari dalam seminggu, berjalanlah 60–75 menit: kira-kira sejauh tawaf dan sai.
    6. Pekan 6 50 menit sehari Pertahankan tingkat ini, dan utamakan istirahat serta tidur.
    7. Pekan 7 35 menit sehari Kurangi durasinya agar tubuh Anda tiba dalam keadaan segar pada hari keberangkatan.

    Rencana umum bagi orang yang sehat. Siapa pun yang memiliki penyakit kronis, nyeri sendi atau jantung, atau berusia lanjut hendaknya berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan aktivitasnya. Tawaf dan sai dengan kursi roda dibolehkan bagi siapa saja yang membutuhkannya.

    Kesiapan emosional dan akhlak

    Sebelum berangkat

    Kembalikan titipan, lunasi atau catat utang Anda, mintalah maaf kepada orang yang perlu Anda mintai maaf, dan kunjungilah orang tua Anda serta mintalah doa mereka.

    Keramaian dan antrean

    Bersiaplah menghadapinya, dan tekadkan sejak awal untuk menyambutnya dengan sabar. Jangan berdesakan untuk mencium Hajar Aswad: menyakiti orang lain itu haram, sedangkan menciumnya hanya sunah.

    Pertemanan yang baik

    Bantulah yang lemah dan yang lanjut usia, tersenyumlah kepada orang-orang di sekitar Anda, dan tinggalkan perdebatan meskipun Anda benar.

    Hati yang hadir

    Kurangi berfoto, dan matikan ponsel saat beribadah. Hadir bersama Allah lebih penting daripada merekam momen.

    Setelah perjalanan

    Nabi ﷺ bersabda: “Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus, walaupun sedikit” (Al-Bukhari dan Muslim). Pilihlah kebiasaan-kebiasaan kecil yang dapat Anda jaga.

    Data Anda ada di perangkat Anda

    Kemajuan, daftar, dan catatan Anda hanya tersimpan di peramban ini. Jika Anda menghapusnya, semuanya tidak dapat dipulihkan.