Edisi ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Arab dan sedang menunggu tinjauan oleh penerjemah dan ahli syariah. Ayat-ayat Al-Qur’an dikutip dari terjemahan resmi Kementerian Agama RI. Selengkapnya

Panduan umrah

Ihram: mandi, pakaian, dan niat

Ihram adalah niat memasuki ibadah haji atau umrah, dan ia merupakan rukun. Mandi dan memakai wewangian sebelumnya adalah sunah.

Langkah-langkahnya

  1. Merapikan diri seperti biasa sebelum ihram bila diperlukan, seperti memotong kuku dan menghilangkan rambut yang biasa dihilangkan. Ini bukan hal yang khusus untuk ihram; tanyakan rinciannya kepada ulama.
  2. Mandilah, lalu pakailah wewangian di badan, bukan di pakaian ihram (bagi laki-laki).
  3. Laki-laki: kain sarung (izar) dan kain selendang (rida’), sebaiknya putih, serta sandal. Perempuan: pakaian apa saja yang menutup aurat dan tidak mencolok, tanpa warna tertentu.
  4. Niat di miqat, dengan mengucapkan: “Labbaika ‘umratan” (Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah).
  5. Siapa yang khawatir ada halangan seperti sakit boleh menambahkan syarat: “Jika ada sesuatu yang menghalangiku, maka tempat tahalulku adalah di mana aku terhalang.”
  6. Kemudian mulailah bertalbiah.

Dalilnya

Hadis Dhuba’ah binti az-Zubair tentang menambahkan syarat (Al-Bukhari 5089, Muslim 1207), dan ucapan Aisyah: “Aku dahulu memakaikan wewangian kepada Rasulullah ﷺ untuk ihramnya sebelum beliau berihram” (Al-Bukhari 1539, Muslim 1189).

Kesalahan yang sering terjadi

  • Meyakini adanya salat khusus untuk ihram. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dianjurkan berihram setelah salat, baik wajib maupun sunah.
  • Membiarkan bahu kanan terbuka (idhtiba’) selama ihram; itu sunah hanya saat tawaf.