Edisi ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Arab dan sedang menunggu tinjauan oleh penerjemah dan ahli syariah. Ayat-ayat Al-Qur’an dikutip dari terjemahan resmi Kementerian Agama RI. Selengkapnya

Langsung ke konten
Makkah Is CallingDunia Anak Makkah
Kembali ke situs utama

Siapa yang Membangun Ka’bah? Ayo Cari Tahu!

Nas Al-Qur’an + penjelasan sederhana 2 menit Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

  1. Dulu sekali, Allah menghendaki ada sebuah Rumah di lembah Makkah tempat Allah disembah. Maka Allah menunjukkan kepada Nabi Ibrahim ('alaihissalam) tempat Rumah itu.

    Allah menunjukkan kepada Nabi Ibrahim tempat Rumah itu.

  2. Nabi Ibrahim dan putranya Ismail ('alaihimassalam) datang dan mulai meninggikan fondasi Rumah itu — membangun dasar dan dindingnya, batu demi batu.

    Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Rumah Allah.

  3. Sambil bekerja, mereka berdoa kepada Allah: “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqarah 2:127, terjemahan Kemenag RI). Mereka telah melakukan perbuatan yang agung, dan tetap memohon kepada Allah agar menerimanya dari mereka.

    Mereka berdoa: Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami.

  4. Allah memerintahkan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk menjaga Rumah itu tetap bersih bagi orang-orang yang mengelilinginya, yang tinggal di sana untuk beribadah, dan yang salat dengan rukuk dan sujud.

    Allah menyuruh mereka menjaga Rumah itu tetap bersih untuk orang-orang yang mengelilinginya dan yang salat.

  5. 7

    Dan Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia berhaji. Sejak saat itu, umat Islam datang ke Ka’bah dari tempat-tempat yang jauh — sampai hari ini.

    Orang-orang datang ke Ka’bah dari mana-mana.

Apa kata nasnya?

Nas ini berasal dari sumber aslinya, dengan terjemahan maknanya dalam bahasa Indonesia. Penjelasan sesudahnya ditulis dengan kata-kata sederhana.

Dari Al-Qur’an yang mulia
﴿وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَن لَّا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ﴾

“Dan (ingatlah), ketika Kami tempatkan Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan), “Janganlah engkau mempersekutukan Aku dengan apa pun dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang tawaf, dan orang yang beribadah dan orang yang rukuk dan sujud.”” — terjemahan Kemenag RI

Sumber: QS. Al-Hajj 22:26

Dari Al-Qur’an yang mulia
﴿وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ﴾

“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”” — terjemahan Kemenag RI

Sumber: QS. Al-Baqarah 2:127

Dari Al-Qur’an yang mulia
﴿وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ﴾

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk dan orang yang sujud.”” — terjemahan Kemenag RI

Sumber: QS. Al-Baqarah 2:125 (sebagian ayat)

Dari Al-Qur’an yang mulia
﴿وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ﴾

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.” — terjemahan Kemenag RI

Sumber: QS. Al-Hajj 22:27

Penjelasan sederhana

Semua yang ada dalam kisah ini diambil dari Al-Qur’an yang mulia. Nabi Ibrahim dan Ismail melakukan perbuatan baik dengan ikhlas, dan memohon kepada Allah agar menerimanya dari mereka.

Apa yang kita pelajari?

Ikhlas karena Allah, dan memohon kepada-Nya agar menerima amal baik kita.

Berpikir lebih dalam (untuk anak yang lebih besar)

Pikirkan: apa bedanya sekadar “menyelesaikan” suatu pekerjaan dengan mengerjakannya “dengan ikhlas karena Allah”? Mengapa Nabi Ibrahim dan Ismail memohon agar diterima ketika membangun Rumah Allah? Tulislah jawabanmu di buku catatanmu.

Kuis kecil

Untuk orang tua: membicarakan kisah ini

Pertanyaan untuk didiskusikan bersama anak Anda

  • Mengapa Nabi Ibrahim dan Ismail memohon kepada Allah agar menerima pekerjaan mereka, padahal itu perbuatan yang agung?
  • Perbuatan baik apa yang kita lakukan di rumah, dan bagaimana kita bisa memohon kepada Allah agar menerimanya?

Apa yang kita ketahui? Apa yang tidak kita ketahui?

  • Kita mengetahui: Al-Qur’an menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim dan Ismail ('alaihimassalam) meninggikan fondasi Ka’bah dan memohon kepada Allah agar menerimanya, bahwa Allah memerintahkan mereka untuk menyucikannya, dan bahwa Dia memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia berhaji.
  • Kita tidak mengetahui: berapa lama pembangunannya, atau seperti apa persisnya bentuk Rumah itu, dan kita tidak menambahkan rincian yang tidak sahih.

Sumber

Status tinjauan

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah Terakhir diperbarui: 27 أكتوبر 2026. Konten keagamaan yang baru diperlakukan sebagai draf sampai disetujui oleh peninjau yang berkompeten.

Kisah berikutnya: Tahun Gajah: Bagaimana Allah Melindungi Rumah-Nya?