Edisi ini adalah terjemahan dari naskah asli berbahasa Arab dan sedang menunggu tinjauan oleh penerjemah dan ahli syariah. Ayat-ayat Al-Qur’an dikutip dari terjemahan resmi Kementerian Agama RI. Selengkapnya

Langsung ke konten
Makkah Is CallingDunia Anak Makkah
Kembali ke situs utama

Aku Jemaah Umrah Cilik

Ayo pelajari langkah-langkah umrah dalam gambar, satu per satu. Mari kita jalani langkah-langkahnya!

7

Catatan kecil: Ini adalah langkah-langkah sederhana untuk belajar. Ketika kita benar-benar berumrah, kita bertanya kepada orang tua dan orang yang berilmu, dan mengikuti bimbingan mereka.

Main: urutkan perjalananku

Langkah 1: Kita Bersiap dan Berniat (Ihram)

Sebelum umrah kita mandi dan membersihkan diri, lalu kita berniat di dalam hati bahwa kita ingin berumrah. Niat ini disebut ihram. Laki-laki dan anak laki-laki memakai dua helai kain putih yang bersih, sedangkan anak perempuan dan perempuan memakai pakaian biasa mereka yang menutup aurat.

Kita berniat umrah dan memakai pakaian ihram.

Tahukah kamu? Kita memulai umrah dari tempat yang bernama miqat.

Adab yang baik: Kita bersih dan tenang.

Untuk orang tua

Ihram adalah rukun, dan ia memiliki larangan-larangan yang dijelaskan kepada anak sesuai usianya (seperti wewangian, memotong rambut dan kuku, dan laki-laki menutup kepala). Untuk anak kecil yang belum dapat memahami, walinya yang berihram atas nama anak itu.

Sumber: Disederhanakan dari “Panduan umrah”: Ihram

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

لبيك اللهم لبيك

Langkah 2: Kita Mengucapkan: Labbaik Allahumma Labbaik!

Setelah berniat kita mengucapkan talbiah. Artinya kita menyambut panggilan Allah dan berkata: Kami datang, ya Tuhan kami! Kita sering mengucapkannya sampai kita mulai tawaf.

Kita menyambut panggilan Allah: Labbaik Allahumma labbaik.

Tahukah kamu? Talbiah adalah seruan khusus haji dan umrah.

Adab yang baik: Kita mengucapkannya dengan suara lembut yang tidak mengganggu siapa pun.

Untuk orang tua

Laki-laki mengeraskan suaranya saat bertalbiah, sedangkan perempuan mengucapkannya dengan pelan sekadar terdengar oleh dirinya dan orang di sampingnya.

Sumber: Shahih al-Bukhari 1549 dan Shahih Muslim 1184

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

7

Langkah 3: Kita Mengelilingi Ka’bah

Kita mengelilingi Ka’bah tujuh kali, dengan Ka’bah di sebelah kiri kita. Kita mulai dari Hajar Aswad, mengingat Allah dan berdoa. Kita berjalan dengan pelan supaya tidak menyakiti siapa pun.

Kita mengelilingi Ka’bah tujuh kali.

Tahukah kamu? Tawaf adalah ibadah kepada Allah — bukan menyembah Ka’bah.

Adab yang baik: Kita berjalan dengan tenang dan tidak mendorong siapa pun.

Untuk orang tua

Menurut mayoritas ulama, tawaf memiliki syarat-syarat (seperti suci dan menutup aurat). Anak kecil yang belum dapat memahami digendong saat tawaf, dan orang tua atau yang menggendongnya harus dalam keadaan suci.

Sumber: Disederhanakan dari “Panduan umrah”: Tawaf

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

Langkah 4: Kita Salat Dua Rakaat

Setelah tawaf kita salat dua rakaat yang singkat di dekat Maqam Ibrahim kalau bisa, atau di tempat lain yang sesuai di dalam masjid.

Setelah tawaf kita salat dua rakaat.

Adab yang baik: Kita memilih tempat yang tidak menghalangi orang-orang yang sedang tawaf.

Untuk orang tua

Sumber: Disederhanakan dari “Panduan umrah”: Dua rakaat tawaf

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

Langkah 5: Kita Minum Air Zamzam

Lalu kita minum air Zamzam dan mengingat kisah Hajar dan Ismail. Kita boleh berdoa kepada Allah sambil minum.

Kita minum air Zamzam.

Untuk orang tua

Minum Zamzam setelah dua rakaat tawaf disebutkan dalam hadis Jabir (semoga Allah meridainya) (Muslim 1218). Para ulama berbeda pendapat tentang kesahihan hadis “Air Zamzam sesuai dengan niat peminumnya”, maka hadis itu tidak disampaikan kepada anak sebagai sesuatu yang pasti.

Sumber: Shahih Muslim 1218 dan Shahih Muslim 2473

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

1234567الصفاالمروة

Langkah 6: Kita Berjalan antara Safa dan Marwah

Kita berjalan dari Safa ke Marwah satu kali, lalu dari Marwah ke Safa satu kali, sampai genap tujuh kali. Kita mengingat Hajar ('alaihassalam) yang mencari air untuk putranya Ismail, dan kita mengingat Allah sambil berjalan.

Kita berjalan antara Safa dan Marwah tujuh kali.

Adab yang baik: Kita berjalan dan bersikap lembut kepada orang-orang tua.

Dari Al-Qur’an yang mulia
﴿إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَائِرِ اللَّهِ﴾

“Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah.” — terjemahan Kemenag RI

Sumber: QS. Al-Baqarah 2:158 (sebagian ayat)

Untuk orang tua

Sai adalah rukun menurut mayoritas ulama dan wajib menurut mazhab Hanafi, dan suci bukan syarat untuk sai.

Sumber: Surah Al-Baqarah 2:158

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

Langkah 7: Kita Memendekkan atau Mencukur Rambut

Di akhir umrah laki-laki memendekkan atau mencukur rambut kepalanya, dan perempuan memotong sedikit dari ujung rambutnya. Dengan ini kita keluar dari ihram dan kembali kepada apa yang sebelumnya dibolehkan bagi kita.

Di akhir umrah kita memendekkan rambut.

Untuk orang tua

Mencukur atau memendekkan rambut wajib menurut mayoritas ulama. Hukum-hukumnya dijelaskan kepada anak sesuai usianya.

Sumber: Disederhanakan dari “Panduan umrah”: Mencukur atau memendekkan rambut

Pelajari lebih lanjut: panduan dewasa untuk langkah ini

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

الحمد لله

Langkah 8: Alhamdulillah! Umrah Kita Sudah Selesai

Kita telah menyelesaikan umrah dengan karunia Allah. Kita memuji Allah dan memohon kepada-Nya agar menerimanya dari kita. Senang sekali berbagi apa yang kita pelajari dengan keluarga!

Kita memuji Allah dan memohon agar Dia menerimanya.

Tahukah kamu? Umrah adalah ibadah yang kita lakukan karena Allah, dan kita memohon agar Dia menerimanya — kita tidak membandingkan diri kita dengan siapa pun.

Untuk orang tua

Sumber: Disederhanakan dari “Panduan umrah”

Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah

Satu stempel ditambahkan ke Buku Penjelajahmu, dan hanya tersimpan di perangkatmu.

Untuk orang tua: bolehkah anak berumrah?

Diriwayatkan secara sahih bahwa seorang perempuan mengangkat seorang anak kecil kepada Nabi ﷺ dan bertanya: “Apakah anak ini boleh berhaji?” Beliau menjawab bahwa anak itu boleh berhaji dan ibunya mendapat pahala (Shahih Muslim 1336). Menurut mayoritas ulama, haji dan umrah anak sah sebagai ibadah sunah, tetapi tidak menggantikan haji wajib ketika ia telah balig dan mampu.

Untuk anak kecil yang belum dapat memahami, walinya berihram atas nama anak itu dan menggendongnya saat tawaf dan sai. Anak yang sudah dapat memahami melakukan amalan-amalannya sendiri dengan bimbingan orang tuanya, sesuai kemampuannya. Untuk hukum-hukum yang lebih rinci, lihat panduan manasik untuk dewasa.

Sumber: Shahih Muslim 1336. Versi pratinjau yang menunggu tinjauan ilmiah